Halaman

Senin, 06 Mei 2013

anime

banyak sekali anime yang menceritakan tentang persahabatan sejati.. tp kenapa ya kok sy ga menemukan di dunia nyata sy.. duh ngeri banget hahaha..

ini salah satu adegan yg membuat sy cukup membuang
air mata.. adegan sang wakil kapten yang mengorbankan dirinya
untuk kapten luffy
sy lagi suka ama one piece.. awalnya sy ga banget.. tp sejalan dengan paksaan temen2 sy, kok malah jd suka ya.. hahaha..

nah persahabatan di one piece tuh kaya yang diagung-agungkan banget.. sampe sy pernah nagis.. eh sering ding nangis gara2 adegan yang sangat menyentuh.. ibarat kata nih.. hati ini menjerit.. KAPAN SAYA PUNYA SAHABAT KEK GITU?!!! hahaha.. tp ya sudahlah.. berhubung sy org yg sangat sangat sangat tertutup ya udh.. danoh iya saya juga sering banget dikecewain ama org yg sy percayai..

ya memang ga ada org yang sempurna di akhir jaman kek gini.. ya udh lah ya.. harus nya saya sabar.. dan sadar.. tp ga tau kenapa.. penghianatan-penghianatan itu belom bs sy anggap hal ketidaksempurnaan manusia.. dan konyol nya sy mungkin jg sering membuat org2 disekitar sy merasa tersakiti tp sy ga nyadar.. so gomen! :)

Kamis, 19 April 2012

lagu anak "Jangan Suka Berbohong"

jangan suka berbohong
dilarang sering bohong
berbohong itu dosa
perbuatan tercela
dilarang agama islam

janganlah sekali-kali berbohong
sekali bohong tiada dipercaya
janganlah sekali-kali berbohong
berbohong dilarang agama islam

Jumat, 13 April 2012

5. PANGERAN ‘MO’

Setelah beberapa menit, Hara dan Rocky sampai di tempat kosan bu Wati.

“Thanks Mas!” kata Hara sambil melempar senyumnya yang khas.

“Ya, sama-sama” jawab Rocky.

“Aku akan menjemputmu besok jam 06.00, jangan telat bangun!” katanya lagi dan langsung memacu mobilnya. Hara hanya diam dan tetap senyum.

“Hari ini sangat indah, ya. . .!” sela Ben agak sinis.

“Oh. . .ya Ben!” jawab Hara senang.

“Akan ku ceritakan apa yang terjadi selama aku pergi padamu!” katanya lagi dengan senyum dibibirnya.

“Aku kira hal itu akan sangat menarik!” seru Ben kesal dan langsung pergi dari hadapan Hara.

“Hai Ben, ada apa denganmu?” seru Hara mengejar Ben.
Sepertinya akan ada yang tersakiti di pagi menjelang siang ini. Ben pun tidur di kamarnya hanya memakai celana kolor.

“Hai, Ben!” seru Hara

“Apa-apan kau Hara! Masuk tanpa ketuk pintu!” jawab Ben kesal.

“Sepertinya kau marah padaku ya, Ben.” Ben hanya diam dan berbalik badan.

“Kalau gitu, aku pergi dulu ya, kau istirahat ya. . .” Hara pun pergi dari hadapan Ben dengan kecewa.

Tiba-tiba terdengar suara katukan pintu.

“Ya sebentar!” seru Hara dari dalam rumah bercat biru itu.

“Mba Nanny!” katanya saat membuka pintu kala melihat wanita cantik memakai kaos putih-hitam, celana jeans.

“Hai Hara! Ini baju dan tasmu!” kata Nanny sambil menyerahkan baju dan tas hijau milik Hara.

“Oh. . . ya, makasih Mba!” kata Hara. “Masuk, Mba!” lanjutnya

“Hara semalam kau kemana? Om Jo marah karena kau tak kembali!”

“Aku dan Mas Rocky tertangkap polisi, Mba!”

“Bagaimana ceritanya?”

Jumat, 06 April 2012

4. Jangan MEMAKSA !


Matahari bersinar diufuk timur, cahayanya menelusup relung-relung kota yang dipenuhi bangunan-bangunan tinggi yang tak pernah berhenti bernafas meski di hari Minggu.

“Hoammmh…” suara si manis, menguap dipagi yang indah itu.

“Sudah pagi rupanya”

“Hari ini, semoga menjadi hari yang indah bagi gadis secantik dan sebaik aku!” katanya memuji diri sendiri.

“Hara…Hara…Apa kau sudah bangun?” Tanya seseorang yang suarnya tak asing lagi ditelinga Hara.

“Tentu, Ben! Ada apa?” jawab Hara sambil membuka pintu kamarnya.

“Hai putri, pagi ini sangat cerah, ke lapangan yu, kita lari pagi!” ajak pemuda yang bernama lengkap Beny Harahap itu.

Jumat, 30 Maret 2012

3. Ditangkap Polisi

Hujan deras bercampur sambaran petir pun berakhir selama 30 menit mengguyur bumi. Hara pergi melanjutkan perjalanannya pulang. Naas hari itu Hara terpaksa jalan kaki karena uangnya tertinggal di asrama, “Bener-bener sial aku hari ini, sudah tidak ikut les, gak bawa duit lagi!” keluhnya dalam hati.
Tak berapa lama dia berjalan, sebuah mobil sedan berwarna putih berhenti di hadapannya. Ternyata didalam mobil itu ada Ben dan Lamping yang habis pergi jalan.

 “Hara, ayo ikut!” sapa Ben dari dalam mobil.

 “Hai Ben! Ga makasih!”


 “Sudahlah Ben, kalau dia gak mau ikut, kita pergi aja!” sela Lamping.

 “Ya benar, lagian aku masih bisa naik angkutan umum!” jelas Hara.

 “Ayolah Hara!” pinta Ben.

 “Tidak Ben terima kasih, lebih baik kalian pergi duluan aja!” papar Hara yang saat itu terlihat kesal.

“Ya udah kalau gitu, tapi kamu hati-hati ya!” balas Ben. Mereka pun pergi dari hadapan Hara.