Halaman

Selasa, 28 Oktober 2014

post baru

Hi.. udah lama ga nulis, jadi repot..
sebenernya mau lanjutin cerita Maharani, tapi udah lah.. pusing.. ga niat. hahaha. anyway cerita Maharani adalah cerita yang sangat SMA banget..

sekarang kan saya udh kuliah, tingkat akhir lagi.. duh banyak banget kegiatan.. mulai repot bikin ini dan itu.. hahaha.. mau banget skip.. tp ya udh lah ya.. hahaha :p

ini poto terbaru sy.. edit sendiri cuma ganti background doang kok.. jd ya jangan khawatir muka sy ya emang begitu.. dari sono nye :D

udah ah bete hahaha :p mau ngerjain tugas dl.. tp ntar ajh lah.. hahaha.. duh -_-

oh anyway.. happy birthday ai :p

Minggu, 01 Desember 2013

Etiquette of German and Cirebon

Germany and Cirebonese have their own etiquette. Are they the same? If so, what is the similarity? Or they are very different? Then what is the dissimilarity? "Nothing is less important than which fork you use. Etiquette is the science of living. It embraces everything. It is ethics. It is honor."Emily Post
Meeting etiquette, in German, greetings are formal. A quick, firm handshake is the traditional greeting. Titles are very important and denote respect. Use a person's title and their surname until invited to use their first name. we should say Herr or Frau and the person's title and their surname. In general, wait for host or hostess to introduce us to a group. When entering a room, shake hands with everyone individually, including children. In Cirebon, greetings are formal too. The younger kiss the older right back of hand. The younger call ‘aang’ for the older brother and ‘yayu’ for the older sister. ‘mama’ for daddy and ‘mimi’ for mom. ‘kacung’ for little brother and ‘nok’ for the little sister. Cirebonese is not accustomed to call the surname; they call the first name directly. For example we call the little sister; her name is Rifqoh Aulia with ‘nok rifqoh’ or ‘nok iqoh’. We call the older brother; his name is Luckee Adhock with ‘aang Lukee’ or ‘ang Luk’
Dining Etiquette, if we are invited to a German's house, we should arrive on time as punctuality indicates proper planning. Never arrive early. Never arrive more than 15 minutes later than invited without telephoning to explain you have been detained. Send a handwritten thank you note the following day to thank your hostess for her hospitality. In other hand if we are invited to a Cirebonese house, we should arrive in time in order respect the host or hostess. It’s not good if we come too late, Cirebon people can forgive if delayed for about five until ten minutes although without telephoning beforehand.

Senin, 06 Mei 2013

anime

banyak sekali anime yang menceritakan tentang persahabatan sejati.. tp kenapa ya kok sy ga menemukan di dunia nyata sy.. duh ngeri banget hahaha..

ini salah satu adegan yg membuat sy cukup membuang
air mata.. adegan sang wakil kapten yang mengorbankan dirinya
untuk kapten luffy
sy lagi suka ama one piece.. awalnya sy ga banget.. tp sejalan dengan paksaan temen2 sy, kok malah jd suka ya.. hahaha..

nah persahabatan di one piece tuh kaya yang diagung-agungkan banget.. sampe sy pernah nagis.. eh sering ding nangis gara2 adegan yang sangat menyentuh.. ibarat kata nih.. hati ini menjerit.. KAPAN SAYA PUNYA SAHABAT KEK GITU?!!! hahaha.. tp ya sudahlah.. berhubung sy org yg sangat sangat sangat tertutup ya udh.. danoh iya saya juga sering banget dikecewain ama org yg sy percayai..

ya memang ga ada org yang sempurna di akhir jaman kek gini.. ya udh lah ya.. harus nya saya sabar.. dan sadar.. tp ga tau kenapa.. penghianatan-penghianatan itu belom bs sy anggap hal ketidaksempurnaan manusia.. dan konyol nya sy mungkin jg sering membuat org2 disekitar sy merasa tersakiti tp sy ga nyadar.. so gomen! :)

Kamis, 19 April 2012

lagu anak "Jangan Suka Berbohong"

jangan suka berbohong
dilarang sering bohong
berbohong itu dosa
perbuatan tercela
dilarang agama islam

janganlah sekali-kali berbohong
sekali bohong tiada dipercaya
janganlah sekali-kali berbohong
berbohong dilarang agama islam

Jumat, 13 April 2012

5. PANGERAN ‘MO’

Setelah beberapa menit, Hara dan Rocky sampai di tempat kosan bu Wati.

“Thanks Mas!” kata Hara sambil melempar senyumnya yang khas.

“Ya, sama-sama” jawab Rocky.

“Aku akan menjemputmu besok jam 06.00, jangan telat bangun!” katanya lagi dan langsung memacu mobilnya. Hara hanya diam dan tetap senyum.

“Hari ini sangat indah, ya. . .!” sela Ben agak sinis.

“Oh. . .ya Ben!” jawab Hara senang.

“Akan ku ceritakan apa yang terjadi selama aku pergi padamu!” katanya lagi dengan senyum dibibirnya.

“Aku kira hal itu akan sangat menarik!” seru Ben kesal dan langsung pergi dari hadapan Hara.

“Hai Ben, ada apa denganmu?” seru Hara mengejar Ben.
Sepertinya akan ada yang tersakiti di pagi menjelang siang ini. Ben pun tidur di kamarnya hanya memakai celana kolor.

“Hai, Ben!” seru Hara

“Apa-apan kau Hara! Masuk tanpa ketuk pintu!” jawab Ben kesal.

“Sepertinya kau marah padaku ya, Ben.” Ben hanya diam dan berbalik badan.

“Kalau gitu, aku pergi dulu ya, kau istirahat ya. . .” Hara pun pergi dari hadapan Ben dengan kecewa.

Tiba-tiba terdengar suara katukan pintu.

“Ya sebentar!” seru Hara dari dalam rumah bercat biru itu.

“Mba Nanny!” katanya saat membuka pintu kala melihat wanita cantik memakai kaos putih-hitam, celana jeans.

“Hai Hara! Ini baju dan tasmu!” kata Nanny sambil menyerahkan baju dan tas hijau milik Hara.

“Oh. . . ya, makasih Mba!” kata Hara. “Masuk, Mba!” lanjutnya

“Hara semalam kau kemana? Om Jo marah karena kau tak kembali!”

“Aku dan Mas Rocky tertangkap polisi, Mba!”

“Bagaimana ceritanya?”